Recovery Banjir Yogyakarta

Ahad (17/3), Banjir merendam di beberapa wilayah Yogyakarta. Musibah ini terjadi setelah sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Yogyakarta sejak minggu pagi. Air mulai menggenang sejak Ahad pagi. Puncaknya pada pukul 19.30 WIB Ketinggian genangan air mencapai 2 meter dan mulai masuk ke rumah-rumah warga sehingga beberapa warga terpaksa mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.

Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta terjun di Desa Karangtengah, Girirejo, dan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta pada Senin (18/3). Lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah terparah yang terdampak banjir. Tim SIGAB menyalurkan bantuan ke lokasi tersebut berupa air bersih, kompor, beras, minyak, sayuran, telur dan kebutuhan memasak lainnya untuk menyedian kebutuhan makan yang layak bagi warga. Selain kebutuhan makan tim juga menyalurkan obat-obatan ringan, susu dan kebutuhan bayi seperti popok bayi.

Senin siang air mulai surut dan beberapa warga memilih untuk kembali kerumahnya untuk membersihkan lumpur dan sisa endapan air yang menggenang. Sementara bagi ibu-ibu, anak-anak, dan lansia mereka memilih untuk tetap tinggal di pengungsian menunggu sampai air benar-benar surut. Mereka sangat membutuhkan bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan selama di pengungsian. Selain itu, warga yang melakukan bersih-bersih rumah juga menahan lapar karena belum adanya makanan yang bisa mereka makan.

Tim SIGAB menyalurkan bantuan ditiga titik pengungsian. Tujuan pertama bantuan dipusatkan di Masjid Nurul Umah Dusun Numpukan, Desa Karangtengah dimana terdapat 115 warga mulai dari balita hingga lansia mengungsi. Kemudian penyaluran bantuan dilanjutkan di Pondok Pesantren Ar-Rahmah, Dusun Tilaman, Desa Wukirsari  yang mana ada sekitar 35 santri dan  puluhan warga. Terakhir, di Posko pengungsian warga Dusun Prajimatan, Desa Girirejo dengan 300 warga terdampak banjir.

“Maturnuwun, Alhamdulillah team PPPA sudah tiba di Imogiri,” Ucap Nur Huda  (26) salah satu warga di dusun Numpukan, Desa Karangtengah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Tim SIGAB  di Dusun Numpukan yang terdampak banjir.  Bagi warga banjir kali ini merupakan banjir terbesar sejak 30 tahun terakhir. Sebelumnya belum pernah air menggenang sampai masuk ke rumah warga. Beberapa warga terpaksa harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Hingga Senin sore air  mulai surut. Beberapa warga kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumahnya. Beberapa warga memilih untuk tetap tinggal di posko pengungsian karena rumahnya belum selesai dibersihkan dan sebagian besar perabot rumah mereka masih basah belum bisa digunakan. Kami berharap semoga musibah ini segera selesai dan warga dapat segera beraktivitas normal. Semoga warga Bantul senantiasa diberikan ketabahan dan selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.[].

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us
Scroll to Top