Kisah Ibu Istianah di Dauroh Tahfidz Sentolo

Ibu Istianah (59) dengan sikap sederhananya tidak pernah membatasi hidup untuk berjuang  mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an sejak suaminya wafat tahun 1998. Semangatnya dalam merawati Al-Qur’an diperkuat lagi ketika ia bertemu dengan seorang ibu berumur 60 tahun dan hafal 9 juz di sebuah majelis. Dari titik itulah Ibu Istianah terus berkomitmen dalam menghafal Al-Qur’an.

Dalam kesendiriannya bertahun ke belakang, menjelang pembukaan Dauroh Tahfidz pada 7-10 Maret 2019 yang diadakan PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, ia menuju lokasi utama acara untuk menghafal Al-Qur’an. Langkah kakinya berjalan pelan di setiap anak tangga, mukena putih sedikit basah keringat, nafas tertatih, dan suara lirih membersamai hafalan surat-surat di juz 30. Ia duduk di antara santriwati sembari memegang mushaf merah kesayangannya. Kantung mata yang menghitam menjadi saksi kegigihannya.

Keterbatasan dalam menghafal selalu ia lawan. Target empat hari hafal 1 juz adalah waktu yang singkat, namun ia yakin bahwa Allah SWT melihat proses dan niat hamba-Nya. Bagi Ibu Istianah menghafal Al-Qur’an adalah bagian yang nikmat dalam menjalani hidup.

Ia juga menyampaikan, “saya lebih suka menghafal Al-Qur’an dengan artinya, sehingga saya tahu alur dari setiap surat dan itu mempermudah untuk menghafalkan setiap ayat, cara itu yang saya terapkan juga di Dauroh Tahfidz ini.  Saya juga kesulitan menghafal Al-Qur’an karena sering merasa letih, tidak kuat menahan kantuk dan susah fokus karena mungkin saya sudah tua, tapi selalu saya nikmati,” ujar Ibu Istianah. Di tengah khidmatnya, Ibu Istianah bersama 25 santri lainnya terus didampingi dan dikenalkan cara menghafal Al-Qur’an.

Perjuangan Ibu Istianah menghafalkan Al-Qur’an membawakan hasil yang baik, ia paham metode yang efektif serta memperoleh tambahan hafalannya di juz 30, meskipun masih kurang beberapa surat lagi, ia sangat bersyukur diberikan kesempatan dan dapat berkumpul bersama penghafal Al-Qur’an di tempat yang begitu nyaman.

Lantunan Al-Qur’an yang merdu, aliran sungai dan bukit yang mengelilingi, Pepohonan yang rimbun berjajar rapih di samping pendopo dan bangunan kokoh serta udara sejuk dan aktivitas santri penghafal Al-Qur’an di Pesantren Property Plus Sentolo, Kulon Progo menjadi saksi segala ikhtiar Ibu Istianah dan peserta lain.

Semoga aktivitas para penghafal Al-Qur’an di program Dauroh Tahfidz ini dapat disyiarkan kepada masyarakat umum, santri, dan penggerak dakwah Islam lainnya. Harapannya, mereka bisa terdidik kebiasaan yang baik serta menjadikan mereka para penghafal Al-Qur’an yang selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT., Aamiin. []

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us
Scroll to Top