12 Tahun, PPPA Daarul Qur’an Terus Berkhidmat Bersama Al Qur’an

Ahad (31/3), Yogyakarta teduh, dengungan tilawah Qur’an terus menggema sejak pagi tadi. Tepatnya di Kantor PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta di Gang Leo No. 1, Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Bersama para asatidz Rumah Tahfiz Daarul Qur’an, hari ini PPPA merayakan milad ke-12 yang jatuh pada hari Jumat (29/3) lalu dengan acara semaan hafalan Al Qur’an 30 juz.

Ini adalah bagian dari tanda syukur keluarga besar PPPA Daarul Qur’an atas seluruh nikmat kemudahan dalam mendawamkan Qur’an dalam 12 tahun terakhir. Bagian dari proses perjuangan panjang dalam mengenalkan tafizh untuk mempersiapkan para insan penjaga kalam-Nya yang suci. “Bermula dari sepetak mushola kecil di daerah Kecamatan Cipondoh, Tangerang, kini telah berkembang menjadi enam kantor cabang PPPA Daarul Qur’an yang aktif mendakwahkan tahfizhul Qur’an dan telah tersebar di Indonesia termasuk Yogyakarta ini,” terang Samsul Manager PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta.

Hingga kini, memperluas dakwah tahfizhul Qur’an masih menjadi misi utama pergerakan PPPA. Puluhan santri Daarul Qur’an Yogyakarta pun turut dilibatkan untuk duduk bersama warga sekitar Kecamatan Umbulharjo dalam sesi seaman hafalan Al-Qur’an 5 juz di-12 masjid. Tepatnya di Masjid Al Furqon, Masjid Al Hikmah, Masjid An Nasher, Masjid Ar Ridha, Masjid As Salam, Masjid Baitul Iman, Masjid Baiturrahim, Masjid Diponegoro (Balai Kota), Masjid Bani Ismail, Masjid Mataram, Masjid Mutohirin, dan Masjid Nur Sidik.

Bu Rahmi (75), salah satu jamaah Masjid Bani Ismail yang turut menjadi saksi hafalan santri Daarul Qur’an Yogyakarta. Sejak berlangsungnya acara, beliau tidak berhenti menunjuk setiap ayat di mushaf jumbonya yang dilantunkan oleh Fadhil Iqbal (Santri Daarul Qur’an). Punggungnya membungkuk diikuti kacamata diujung batang hidungnya yang keriput. Suara lantangnya juga terus keluar untuk membenarkan beberapa hafalan Fadhil.

“Saya suka banget baca Qur’an ini mbak, kata Ustad setiap huruf yang saya baca ini besok bakal nemenin saya kalau saya sudah mati, kapan ada simaan lagi ?,” bisik wanita paruh baya ini. Semangat mentadaburi Al Qur’an di masa senjanya tidak kalah dengan para santri Daarul Qur’an yang saat ini duduk bersama beliau. Besar harapan beliau rangkaian acara ini terus berkelanjutan.

Manfaat kebiasan rutin membaca Qur’an kini juga mulai beliau rasakan setelah menghafal beberapa surat pilihan seperti Al Waqiah, Al Kahfi, Yasin, dan Al Mulk. Bu Rahmi adalah bagian dari saksi hafalan santri Daarul Qur’an dalam lima setengah jam menyimak. Sembari mengcungkan kedua jempol tangannya beliau berbisik “Ini sip mbak, besok lagi ya.”

Keseluruhan rangkaian perayaan milad ke-12 ditutup dengan pemotongan tumpeng secara simbolis pada acara tasyakuran dan sarasehan bersama Ustad Sholihuddin Al Hafizh di Kantor PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta. Inilah bagian dari bukti kesungguh-sungguhan langkah PPPA Daarul Qur’an dalam pengerakkan tahfizhul Qur’an.

Barakallah. Semoga selalu mendapat kemudahan dalam mendakwahkan tahfizhul Qur’an. Karena ada miliaran pahala yang diperjuangkan dari setiap semaan Bu Rahmi dan puluhan warga Umbulharjo lainnya untuk mendapat ridho dari Allah SWT agar menjadi bagian dari keluarga penjaga firman-Nya. Insyaallah.[].

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us
Scroll to Top