PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta kembali menggelar aksi berbagi untuk SLB ABC Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Jumat (08/08) lalu. Tiga sepeda statis dan speaker Al-Qur’an untuk siswa tunanetra. Distribusi kali ini merupakan tahap kedua pasca penyaluran untuk Arhan, salah satu siswa tunanetra yang sekaligus mengalami keterlambatan kemampuan berjalan pada bulan Juli lalu.
Pengadaan sepeda statis ini menumbuhkan ide dan kebutuhan baru, bahwa ternyata alat ini juga dapat menjadi media latihan fisik untuk para siswa lain yang memiliki kendala serupa seperti Arhan. Bahkan tidak hanya siswa, alat ini juga dibutuhkan para guru yang sebagian sudah masuk dalam fase lansia. Dari 10 guru, ada sekitar 5 orang. Oleh karena itu, permintaan lanjutan ini adalah bentuk kesadaran pihak sekolah akan urgensi alat ini untuk media latihan fisik para guru dan siswa.
Selain sepeda statis, speaker Al-Qur’an juga menjadi kebutuhan penting untuk menunjang pembelajaran Al-Qur’an siswa tunanetra yang berjumlah 3 siswa. Speaker Al-Qur’an ini telah dilengkapi murottal lengkap 30 juz, sehingga memudahkan siswa tunanetra dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Berawal dari kolaborasi distribusi mushaf disabilitas ternyata menciptakan sinergi berkelanjutan. Kali ini, PPPA Daarul Qur’an menjalankan fungsi sosialnya sebagai pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan problematika masyarakat sipil dari sudut pandang lain yang belum terbaca oleh pemerintah. Salah satunya dalam kasus penanganan keterbatasan siswa disabilitas di SLB ABC Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Tanggung jawab guru SLB tidak terbatas pada transfer ilmu, melainkan juga pembinaan mental dan moral, serta perkembangan kemampuan fisik siswa.
Sekolah telah menjadi rumah kedua bagi para siswa disabilitas yang tidak seluruhnya mendapat perhatian dan kasih sayang penuh dari orang tua. Alhasil, perkembangan fisik, psikis, dan intelektual siswa menjadi poin tanggung jawab sekolah yang tidak dapat dielakkan. Oleh karena itu, sinergi bersama lembaga sosial menjadi konsep kolaborasi baru yang belum banyak dilirik oleh lembaga pendidikan. Terutama SLB. Padahal, lembaga sosial atau amil zakat memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan mustahik dengan muzakki atau masyarakat luas melalui berbagai strategi fundraising.
Peluang-peluang kolaborasi yang belum banyak terbaca inilah yang menjadi ruang gerak baru PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta dalam menjalankan misi sosial dan pendayagunaan melalui program yang berdampak. Sepeda statis dan speaker Al-Qur’an untuk siswa dan guru SLB ABC Tawangsari adalah salah satu bentuk kepedulian sederhana, namun ternyata menjadi solusi efektif yang berdampak positif dalam jangka panjang. Bahkan, belum terpikirkan oleh pihak sekolah maupun orang tua siswa.
SLB ABC Tawangsari adalah salah satu sampel lembaga pendidikan yang membuka diri untuk berkolaborasi dengan PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta. Harapannya, sinergi program dapat terus berjalan dalam bentuk pendistribusian maupun pendayagunaan. Salah satunya, adalah peningkatan kompetensi Al-Qur’an Isyarat untuk para guru, khususnya pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
