PPPA Daarul Qur’an adalah lembaga pengelola sedekah yang berkhidmad pada pembangunan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an yang dikelola secara profesional dan akuntabel.
Rekening Sedekah 
BCA 456 487 3456
MANDIRI 137 000 650 0561

a.n. Yayasan Daarul Qur’an Nusantara

Kisah Afidh Qolbi Nuril Aulia Dalam Menghafalkan Al-Qur’an

Sederhana, sopan santun dan bersuara lirih ketika menyembutkan namanya Afidh Qolbi Nuril Aulia santri Rumah Tahfizh Bani Ali Mursyad di Dusun Banaran RT 17, RW 03, Kelurahan Kerik, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ia duduk mengenakan sarung rapih dengan tatapan mata kebawah, lalu memegang kedua tangannya ketika ingin berbagi kisah perjalanannya menghafalkan Al-Qur’an.

Afidh sapaan akrab oleh teman-temannya, lahir di Madiun, 25 Juni 2005 tergolong santri baru angkatan 2017. Kesehariannya sekolah dari pukul 07.00-13.00 WIB dan setelahnya menghafalakan Al-Qur’an lalu melakukan aktivitas lainnya. Ia bertekad tidak akan kuliah sebelum menyelesaikan 30 juz Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Bani Ali Mursyad dan memiliki cita-cita menjadi seorang Ulama yang hafal 30 juz sejak kecil.

“Saya menghafalkan Al-Qur’an karena ayah saya seorang hafidz sejak sebelum menikah dengan ibu, dari awal tidak ada paksaan dari ayah untuk menjadi hafidz kedepannya, saya mulai menghafal Al-Qur’an saya mulai sejak MI tapi sempat berhenti ketika ayah saya Alm Ahmad Zainuri meninggal dunia karena sakit kolesterol pada 2016 silam”. Tutur Afidh.

Sejak kepergian ayahnya Afidh (14) selalu dimotivasi oleh Ibunya untuk tetap meghafalkan Al-Qur’an. Setidaknya ada dua hal yang selalu menguatkan Afidh dalam menghafal. Pertama perkataan Ibunya yang dianggap Afidh sebagai penyejuk hatinya. “Kalau menghafal Al-Qur’an tidak usah ngejar target, menghafal saja terus jangan terburu-buru”. Kata Ibu Afidh. Kedua adalah motivasi dari dirinya sendiri yang terinspirasi dari Alm ayahnya yang menjadi seorang hafidz dan ingin menjadi generasi penerus penghafal Al-Qur’an untuk keluarganya.

Walaupun sempat terhenti, perjalanannya menghafal Al-Qur’an ia lanjutkan kembali. Kini memasuki tahun ke dua di Rumah Tahfidz Bani Ali Mursyad dan alhamdulillah telah mendapatkan hafalan 3 juz. Apapun tantangannya tekatnya sudah bulat untuk tidak berhenti lagi menghafal Al-Qur’an dan berniat menyelesaikan 30 juz. Saat mebaca Al-Qur’an juga bacaannya baik dan terlihat sangat berkhidmat.

Tantangan Afidz dalam menghafal adalah ketika pakaiannya terkena najis. “Apabila baju atau sarung saya terkena najis sampai berjam-jam dan berpuluh-puluh kali pengulangan ayat tidak bisa masuk dan kuat hafalan saya dan setelah saya mengetahui itu, saya menjaga sekali wudhu dan kebersihan. Ucap Afidh.

Alhamdulillah berbekal takwa dan adab yang tinggi di Rumah Tahfidz Bani Ali Mursyad ini, Afidh menikmati suasana dan segala proses yang didapatkannya. Salah satunya yang menambah motivasi Afidh sebagai santri yatim adalah acara “Sejuta Cinta Untuk Sahabat” Sabtu (21/9) yang diadakan oleh PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta serta berbagi hadiah dan kebahagiaan melalui dongen islami. Bismillah semoga kebahagiaan dan rasa syukur selalu didapatkan oleh Afidh dan santri-santri yatim di berbagai daerah, serta keberkahan terlimpah untuk Afidh hingga dapat menyelesaikan 30 juz dan untuk para penghafal Al-Qur’an di seluruh negeri. Aamiin.

FA_LOGO-PPPA-WHITE

PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta
Jl. Nitikan Baru, Gang Leo No.1 Sorosutan
Umbulharjo – Yogyakarta 55162
Telp. 0274 4287976
Email. pppa.jogja@gmail.com

PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta ⓒ 2019