Milad Perdana 1 Tahun Komunitas Muslim Tuli Yogyakarta : Lembaran Baru dan Akselerasi Gerakan

Yogyakarta (26/05), menjadi moment yang sangat berharga bagi PPPA Daarul Quran dan Muslim Tuli Yogyakarta. Karena pada tanggal tersebut, tepatnya setahun lalu, Komunitas Muslim Tuli (MULIA) diresmikan bersama Ustadz Muwafiquddin di PPPA Daarul Quran Yogyakarta. Di tanggal tersebut juga, para muslim tuli yang tergabung dalam komunitas MULIA berkomitmen untuk konsisten belajar Al-Quran bersama. Tentu, sebuah niat dan tekad mulia yang luar biasa dari komunitas MULIA ini juga menjadi jalan dakwah baru bagi PPPA Daarul Quran Yogyakarta. Oleh karena itu, Milad perdana yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2024 ini, menjadi moment nostalgia dan mengenang kembali perjalanan panjang dengan segenap ketekunan, keistiqomahan, dan jerih payah merangkul para muslim tuli untuk tergabung dan belajar bersama di Komunitas MULIA.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ustadzah Uswatun Aeniah selaku MC dan dilanjutkan dengan sambutan langsung oleh Kepala Perwakilan PPPA Daarul Quran Yogyakarta, Ustadz Maulana Kurnia Putra. Setelah itu, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbolis peringatan Milad 1 tahun MULIA, Event Milad perdana kali ini dikemas dalam bentuk pengajian akbar dengan penceramah Habib Umar Zaky bin Abu Bakar Assegaf. Kehadiran beliau dalam rangkaian milad kali ini ternyata juga mengundang tingginya antusiasme peserta yang berpartisipasi. Ada sekitar 62 peserta yang hadir dari berbagai kalangan, baik anggota MULIA, asatidzh rumah tahfizh, hingga para donatur corporate. Selain itu juga hadir tamu spesial yakni mahasiswa asing dari Ghana dan Pakistan yang tertarik dengan Gerakan Tuli Mengaji Yogyakarta yang diresmikan pada bulan Maret lalu oleh PPPA Daarul Quran Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa Tuli Mengaji saat ini menjadi isu yang cukup menarik perhatian publik mengingat hal ini termasuk sebuah terobosan baru dalam dunia Al-Quran. Dalam ceramahnya, Habib Zaky juga menekankan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin dan Al-Quran adalah kitab suci untuk seluruh umat islam di dunia tanpa terkecuali. Oleh karena itu, adanya kajian islami dan pembelajaran Al-Quran isyarat untuk muslim tuli ini merupakan bagian dari upaya menumbuhkan religiusitas dan menguatkan keimanan para kaum marginal seperti muslim tuli.
Pasca pengajian akbar usai, acara dilanjutkan dengan kajian Al-Quran isyarat bersama Ibu Purwanti selaku Tim Ahli Penyusun Al-Quran Isyarat Kemenag RI untuk persiapan Training for Trainer (TFT) Tahap 2 sebagai lanjutan dari ToT Tuli Mengaji pada 31 Maret lalu. Adanya TFT Tahap 2 ini merupakan sebuah strategi melahirkan generasi pengajar Al-Quran Isyarat yang berkompeten untuk mendukung akselerasi, perluasan dan aksesibilitas Gerakan Tuli Mengaji agar bisa terintegrasi di berbagai lembaga pendidikan Al-Quran. Justru ini adalah bagian paling penting dalam proses pembentukan sistem pembelajaran Al-Quran, yaitu tersedianya pengajar yang berkompeten di bidangnya.

PPPA Daarul Quran Yogyakarta sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang berfokus pada program pembelajaran Al-Quran, salah satunya yaitu penjaminan mutu pengajar Al-Quran, berkomitmen untuk memperluas jangkauan sasaran program. Dalam hal ini tidak hanya bagi pengajar Al-Quran secara umum, melainkan juga turut serta mewadahi dan mendampingi pengajar Al-Quran dari kalangan disabilitas hingga mencapai predikat kompeten. Dalam menjalankan misi ini, PPPA Daarul Quran Yogykarta membuka kolaborasi program, kemitraan dan sinergi seluas-luasnya dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen yang sama dalam mengembalikan khittah Al-Quran sebagai kitab suci yang rahmatan lil alamin.

Sedekah Sekarang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us
Scroll to Top