Da’I Kampung Qur’an Merapi, Yogyakarta

Ahmad Baidhowi, pemuda asal Malang ini adalah salah satu penerima beasiswa BTQ for leaders dari PPPA Daarul Qur’an. Ia belajar dan mukim di Rumah Tahfizh PPPA Daarul Qur’an Putra di daerah Kepanjen, Malang dari tahun 2017 hingga 2018. Ia menghafal selama 5 tahun dan mencapai hafalan 30 juz saat di bangku kelas 2 SMA pada 2016. Setelah lulus kemudian mengabdi di Rumah Tahfizh tersebut sampai 2018.

Selesai pengabdian di Rumah Tahfizh, pertengahan 2018 ia masuk di Universitas Islam Negeri Malang. Beberapa bulan kemudian, PPPA Daarul Qur’an membuka seleksi penerimaan BTQ for Leaders untuk regional Malang dan Surabaya. Ia pun mendaftar serta mengikuti serangkaian test yang meliputi seleksi berkas, hafalan, serta wawancara. Alhasil, dari ratusan pendaftar ia lolos dan mendapat beasiswa hingga lulus pada pertengahan 2022.

Tak lama setelah lulus, ia mengabdikan dirinya menjadi Da’i di Kampung Qur’an Merapi Yogyakarta, yang merupakan kampung binaan dari PPPA daarul Qur’an Yogyakarta. Awal tinggal di sana, ada rasa was-was akan erupsi gunung Merapi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun seiring berjalannya waktu ia mulai terbiasa dan merasa lebih tenang dengan keadaan di sana.

Keberadaan Ustadz Baidhowi di Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman disambut baik oleh Masyarakat sekitar dan benar-benar memberi dampak positif yang sangat berarti bagi anak-anak, remaja, maupun dewasa. Bagaimana tidak, untuk anak-anak ia mengajar di TPA pada sore hari, dan tahsin pada ba’da maghrib. Selain itu ia juga mengajar tahfizh tiap Sabtu malam. Untuk remaja ia ajarkan sholawat hadroh tiap Jum’at malam. Pada pagi sampai siang ia mengajar di sekolah SD dan SMP di daerah sekitar. Sebagai Da’i ia juga menjadi Khotib di masjid-masjid sekitar.

Selain kegiatan keagamaan, Baidhowi juga aktif dalam kegiatan sosial dengan mendampingi komunitas yatim piatu lereng Merapi. Komunitas ini teridiri 35 anak, baik yatim, piatu, maupun yatim piatu.

Di Kampung Qur’an tersebut Baidhowi tinggal di sebuah saung dengan sarana dan prasarana yang sangat sederhana, atau bahkan bisa dibilang kurang memadai. Namun ia merasa senang karena bisa mengamalkan ilmu dan menjalankan syiar dakwah Islam di Kawasan bencana tipe 3 yang sangat butuh pendampingan.

Sedekah Sekarang

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us
Scroll to Top