Rehan Rasyid Saputra. Demikianlah nama lengkap anak laki-laki jangkung berusia 15 tahun alumni TPQ Al-Masih itu. Tak terasa sudah 3 tahun waktu berlalu, sang Ibunda berpulang ke Rahmatullah. Kepergian yang menyisakan segenap kerinduan tanpa kenal waktu. Entah bagaimana cara membendungnya saat rasa rindu itu memuncak dalam lubuk hatinya selain kiriman doa yang terus dipanjatkan untuk sang Ibunda. Rindu dengan keluarga kecil yang dulu utuh dengan tumpahan kasih sayang. Namun kini, semua tentang sang Ibunda hanya tinggal kenangan abadi yang tak pernah terlupakan dan akan selalu ada dalam sudut ingatannya. Ada semangat hidup yang sempat terenggut dengan perasaan terpukul yang teramat dalam. Akan tetapi, kehidupan terus berlanjut dan menuntutnya menapaki hidup tanpa kehadiran sang Ibu. Meski ada warna kehidupan yang telah memudar, tapi seiring berjalannya waktu Rehan percaya bahwa Allah telah menyiapkan warna lain yang jauh lebih indah.
Kepergian sang Ibunda ternyata mengetuk pintu Rehan untuk kembali menekuni belajar Al-Quran di TPQ Al-Masih setelah sempat terhenti. Ada gairah yang mendadak tumbuh dalam hatinya. Keinginannya agar bisa mengirimkan doa dan bacaan Al-Qurannya untuk sang Ibunda yang mendorongnya untuk belajar Al-Quran kembali dari nol. Mulai dari menjejaki huruf-huruf hijaiyah hingga menjadi sambungan ayat Al-Quran yang sempurna. Meskipun tak sempat menyelesaikan hingga tuntas, tapi minimal Rehan sudah bisa melantunkan ayat Al-Quran sebagai kiriman doa untuk sang Ibunda.
Senja di TPQ Al-Masih Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tepat pada tanggal 10 Muharram 1445 H. PPPA Daarul Quran Yogyakarta berkunjung ke rumah Rehan yang berjarak sekitar 100 meter dari TPQ Al-Masih. Membawa bingkisan cinta berisi perlengkapan sekolah untuk melukis senyum dan membangkitkan semangat Rehan dan adiknya, Reyhana. Wajah kusutnya spontan berubah sumringah. Bingkisan cinta ini menjadi hadiah istimewa untuk para yatim hebat seperti Rehan agar mereka semangat menjalani hidup dan menggapai cita-citanya untuk membahagiakan sang Ibunda.
