
Berbekal 6 juz yang sudah ia perjuangkan sebelumnya, perjalanan remaja asli Jakarta kembali ia lanjutkan di Rumah Tahfidz Nashru Sabilunnajah. Ia bernama Abdurrahman Ibnu Marwan (13). Tidak ada keinginan lain yang dituju selain mencari pengalaman kemudian mengambil pembelajaran dari setiap perjalanan yang ia lakukan. Kesungguhan menghafal ayat ALLAH, ia utamakan. Sementara untuk pendidikan paket B menjadi pilihan.
Mahkota untuk orang tua di akhirat, adalah motivasi terbesar yang melekat dalam diri Ibnu. Hafalan Al-Qur’an untuk mendapatkan syafa’at di akhirat kelak, adalah motivasi yang sering diberikan dari abinya. Ibnu memiliki sosok seorang abi yang luar biasa. Setiap hari dari satu masjid ke masjid yang lain, beliau menjajakan donat terkadang juga sebagai ojek online di Jakarta untuk menambah penghasilan, mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Berbeda daerah tentu berbeda budaya. Berasal dari Jakarta dan mendiami Yogyakarta, tentu ada yang berbeda. Misalkan saja dalam pertemanan. Di kota sebelumnya, dia murojaah dan setoran dengan suara sengau tak dihiraukan oleh teman-temannya. Namun saat 2021 baru-baru ini dia masuk di Rumah Tahfidz Nashu Sabilunnajah, hal tersebut menjadi pusat perhatian dan perbincangan.
Sempat menjadi bahan ejekan teman, ternyata menjadi titik tolak untuk berani keluar dari zona nyaman. Kekeliruan dalam melantunkan ayat ALLAH, perlahan mulai lurus berkat teman-teman, ustadz, serta jiwa pantang menyerah yang ada dalam diri Ibnu.
“Ujian terberatnya itu pas diejekin temen karena bacanya dari hidung. Jadi suaranya ya gitu..”, begitulah yang diungkapkan oleh remaja asal Jakarta ini.
Tidak berselang lama sejak awal Juni dia di Yogyakarta, hafalan yang ia perjuangkan sudah bertambah jadi 8 juz. Fokus dan terus dipantau oleh ustadnya membuat hafalan tetap terjaga dengan baik.
Sahabat mari dukung Ibnu untuk menyelesaikan hafalan 30 juz nya dan menjadi hafidz 30 juz. Sahabat dapat mengisi formulir berikut untuk mendaftar menjadi wali asuh bagi ananda Abdurrahman Ibnu Marwan
