Hari-hari tasyrik telah berlalu, namun keberkahan qurban masih terasa hangat di hati para penerima manfaat. Di Yogyakarta dan sekitarnya, senyum-senyum penuh rasa syukur terukir dari wajah-wajah sederhana yang menerima daging qurban hasil amanah dari donatur. Melalui program Borong Berkah Qurban, dengan izin Allah SWT. LAZNAS PPPA Daarul Qur’an DI. Yogyakarta berhasil mendistribusikan qurban kepada 4.242 penerima manfaat. Ini bukanlah sekadar angka, tapi saksi akan kasih sayang Allah SWT. yang nyata kepada ciptaan-Nya.
Di antara para penerima itu ada mereka yang hidup jauh dari kemudahan: masyarakat di 14 provinsi, para jamaah di 125 masjid, komunitas marjinal, hingga saudara-saudara Muslim Tuli yang jarang tersentuh. Daging qurban yang mereka terima bukan hanya makanan, tapi pengingat bahwa Allah SWT. selalu ada untuk mereka. Dan bahwa kasih sayang Allah SWT. mengalir melalui tangan-tangan para hamba yang peduli.
Satu paket daging qurban mungkin terlihat biasa di mata sebagian orang. Namun bagi Pak Bowo di pelosok Magelang, atau Pak Andi di komunitas Muslim Tuli Yogyakarta, itu adalah bukti bahwa Allah SWT. mendengar doa mereka. Kadang, kita yang lupa betapa dekatnya Allah SWT.. Padahal, Dia tidak pernah menjauh. Kitalah yang terlalu sibuk, terlalu ragu, terlalu sering menunggu bukti, padahal tanda cinta-Nya hadir dalam bentuk-bentuk sederhana setiap waktu.
Program qurban tahun ini juga tak lepas dari kolaborasi kebaikan. Mitra-mitra korporat seperti Waroeng Steak, Bebek Goreng H. Slamet, The Obonk Steak, PT. Ukhuwah Berkah Semesta, dan Plavon PVC Magelang, serta donatur lainnya membuktikan bahwa keberkahan itu bisa hadir dalam kerja sama dan niat mulia. Mereka bukan hanya berbisnis, tetapi juga berinvestasi untuk akhirat. Karena memberi kepada yang membutuhkan, sejatinya adalah bentuk syukur atas rezeki yang telah Allah SWT. titipkan.
Melihat wajah anak-anak kecil yang menerima qurban, tangan-tangan kecil mereka menggenggam erat paket berisi daging segar, kita terenyuh. Betapa Allah SWT. itu Maha Penyayang. Di saat kita merasa jauh dari-Nya, ternyata Dia justru semakin dekat. Mungkin kita lupa memanggil-Nya, tapi Allah SWT. tidak pernah lupa mengirimkan pertolongan-Nya, melalui siapapun yang Ia kehendaki.
Qurban bersama PPPA Daarul Qur’an DI. Yogyakarta bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi lebih pada menyembelih ego, membunuh rasa kikir, dan menyadarkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang kita sendiri. Hidup yang menghidupi, “ urip ingkang urup ” nasihat leluhur kita. Qurban mengajarkan nilai tauhid yang murni, yakni menyerahkan segalanya hanya kepada Allah SWT.. Dalam setiap daging yang dibagikan, ada ruh pengorbanan Nabi Ibrahim AS. dan ketaatan Ismail AS. yang terus mengalir hingga hari ini hingga akhir nanti.
Dari program Qurban bersama PPPA Daarul Qur’an DI. Yogyakarta, kita belajar bahwa menjadi perantara kebaikan bukan hanya tugas lembaga zakat atau donatur semata, tetapi kita semua. Kita bisa memulai dari hal-hal kecil, misalnya menyisihkan sebagian rezeki, ikut dalam program qurban, atau bahkan semudah mendoakan yang terbaik bagi sesama. Karena kebaikan itu selalu kembali. Dan Allah SWT. tidak akan pernah menyia-nyiakan sekecil apapun amal dari hamba-Nya.
Semoga laporan ini bukan akhir dari perjalanan qurban kita, tetapi awal dari kesadaran bahwa Allah SWT. selalu dekat. Kita hanya perlu kembali mendekat, membuka hati, dan percaya. Karena saat kita memberi dengan ikhlas, sejatinya kita sedang memperkuat hubungan dengan Sang Pemilik Segalanya. Dan tak ada yang lebih menenangkan, selain tahu bahwa Allah SWT. selalu bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.
