Menempuh perjalanan selama 45 menit dari pusat Kota Malang, kaki kami melangkah bertemu dengan salah satu tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berada di Desa Kucur, Ustadz Sukari sapaan akrabnya. Beliau salah seorang tokoh agama yang ikut membersamai perjuangan agama dan Al-Qur’an di Desa Kucur.
Perjuangan Ustadz Sukari dan asaatidz lainnya dengan cara banyak menggaungkan persaudaraan, kebersamaan, dan pengamalan nilai-nilai agama. Hal tersebut dilatarbelakangi dari kondisi lingkungan masyarakat setempat yang banyak menganut agama dan kepercayaan yang berbeda. Ajakan dan doktrin dari upaya pendangkalan akidah selalu menjadi hal yang dihadapi oleh Ustadz Sukari dan beberapa orang lainnya.
Banyaknya pemuda yang menjadi candu dengan alkohol, Pendekatan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan agama perlu dihadirkan dan didekatkan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang beragama Islam. Penolakan demi penolakan sudah menjadi makanan sehari-hari Ustadz Sukari dan beberapa orang lainnya. Akan tetapi, pemantapan hati para pendakwah yang mempunyai prinsip bahwa roda dakwah perjuangan harus terus berputar.
Hingga saat ini, perbedaan agama yang kontras terlihat di dalam desa tersebut, walau demikian sifat toleransi tetap menghiasi lingkungan bermasyarakat. Walaupun beberapa kali sempat timbul adu urat dan bersitegang antara kedua tokoh agama, akan tetapi hal tersebut dapat diselesaikan tanpa timbulnya konflik.
Perjalanan untuk mengajak dan mendawamkan dakwah Islam di Desa Kucur hingga saat ini masihlah menjadi sebuah api perjuangan yang belum padam. Dengan mempersiapkan generasi penerus yang dekat dengan Al-Qur’an diharapkan agar dapat menjadi penerus yang melanjutkan estafet perjuangan. Hadirnya bantuan-bantuan yang disalurkan oleh para donatur dapat menjadi sebuah bara kecil yang menjaga api perjuangan. Dari hal kecil tersebut, para warga di Desa Kucur akan masih tetap merasakan persaudaraan antar sesama Muslim. Semoga istiqomahnya para pendakwah tetap terus terjaga, dan dapat memberikan keberkahan bagi setiap orang yang bersinggungan dengan perjuangan. Aamiin.
Salam,
PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta
