Lebih dari 150 Kader Hafidz dan Remaja Masjid mengikuti kegiatan Pembinaan & Laporan Evaluasi Semester I 2025 yang diselenggarakan BAZNAS Kota Yogyakarta bekerja sama dengan PPPA Daarul Qur’an pada Ahad (31/8) di Masjid Syuhada, Kotabaru. Acara ini sekaligus menjadi momentum Majelis Tasmi’ dan refleksi perjalanan kader selama enam bulan pertama tahun 2025.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala PPPA Daarul Qur’an Perwakilan DI. Yogyakarta, Maulana Kurnia Putra, S.Sos., MA., serta Asatidz PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, Nuriah Muyassaroh, S.Pd.. Keduanya memberikan pembinaan dan tausiyah dengan fokus pada keselarasan peran orang tua dan anak dalam menghafal Al-Qur’an. Sebelumnya, 150an santri Kader Hafidz dan Remaha Masjid melakukan Majlis Tasmi’ 30 juz Al-Qur’an untuk menjaga dan melancarkan hafalan mereka.
Dalam tausiyahnya, Maulana menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an bukan hanya target pribadi anak, tetapi misi keluarga. “Orang tua harus menanamkan niat ikhlas, mengharap ridha Allah, bukan sekadar prestasi dan materi. Jika keluarga meniatkan ikhlas, maka balasan kemuliaan dari Allah SWT. akan dicurahkan,” ujarnya, mengutip QS. Al-Furqan ayat 74.
Maulana juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua. Menurutnya, anak lebih mudah termotivasi jika melihat orang tuanya dekat dengan Al-Qur’an. “Anak mencontoh perilaku, bukan hanya mendengar nasihat. Karena itu, jika orang tua ikut membaca, belajar, dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, anak akan lebih semangat,” paparnya sembari mengutip QS. At-Tahrim ayat 6 dan hadits “sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Sementara itu, Nuriah Muyassaroh menyampaikan laporan evaluasi capaian perkembangan hafalan Al-Qur’an seluruh Kader penerima beasiswa BAZNAS Kota Yogyakarta setelah ujian di akhir Juli 2025 lalu. Banyak catatan dan evaluasi dalam perjalanan 150 lebih santri kader beasiswa dalam menghafal Al-Qur’an.

Tentunya, semua harus disiasati untuk mendapatkan capaian keberhasilan program yang berdampak mencetak kader-kader umat Muslim di Kota Yogyakarta dengan Al-Qur’an.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penguatan motivasi bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan mulia, bahkan mampu menghadiahkan mahkota cahaya bagi kedua orang tuanya kelak di akhirat. “Inilah investasi terbaik yakni menjadikan keluarga Qur’ani yang bersatu dalam cinta Al-Qur’an,” pungkas Maulana.
