Desa Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan panjang yang terjadi sejak bulan April lalu. Fenomena kekeringan yang tidak dapat diprediksi jangka waktunya ini cukup meresahkan masyarakat setempat. Pasalnya, belum ada tindak lanjut sikap atau kebijakan terkait pengadaan air bersih dari pemerintah setempat. Hal ini membuat warga harus berupaya mandiri dengan mencari bantuan dari pihak lain atau membeli pasokan air dengan harga 250 ribu per tanki. Tentu hal ini sangat memberatkan warga, terlebih pada umumnya mereka membutuhkan 2-3 tanki dalam 1 bulan.
Uluran tangan dari banyak pihak sangat dibutuhkan untuk menunjang kelangsungan hidup mereka. Mengingat fenomena ini sangat mempengaruhi kemampuan mereka dari sisi finansial dan ekonomi. Permasalahan kesehatan juga akan menjadi ancaman serius jika kasus ini tidak segera mendapatkan alternatif solusi.
Menanggapi hal tersebut, PPPA Daarul Quran Yogyakarta kembali melakukan distribusi sedekah air sebanyak 1 tanki yang berisi 5000 liter untuk 88 KK di Desa Gedangsari. Pengiriman sedekah air ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat setempat sementara. Namun, fenomena kekeringan yang masih terus berlanjut menuntut adanya alternatif solusi yang berkelanjutan pula. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi bersama banyak pihak yang berwenang agar tercipta kemandirian masyarakat dalam menghadapi isu kekeringan di masa mendatang.
