PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta Gandeng KUA Cangkringan Berdayakan 10 UMKM di Cangkringan, Sleman

Selasa (8/9), PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta bersama KUA Cangkringan baru saja meresmikan sinergi Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) untuk 10 UMKM. Peresmian ini menjadi momentum sakral, yang dibuktikan dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta yang diwakili oleh Nuriah Muyassaroh, S.Pd selaku Pelaksana Tugas Pimpinan LAZ, Abdul Mu’thi Fitriyanto, S.H.I selaku Kepala KUA Kapanewon Cangkringan, dan H. Nadhif, S. Ag., M.S.I selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Adanya penandatanganan bersama tersebut merupakan wujud komitmen antara tiga pihak dalam mengawal program hingga 3 tahun kedepan.

“Program ini sejalan dengan misi kami di Kemenag terkait transformasi mustahik menjadi muzakki. Kami berharap program ini dapat menjadi alternatif solusi yang dapat berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman. Namun tentu, dalam implementasikan membutuhkan komitmen bersama dari berbagai pihak, terutama dari LAZ, KUA dan penerima manfaat,” ujar Kepala Kementerian Kabupaten Sleman dalam sambutannya.

Usai sesi penandatangan MoU, dilanjutkan dengan simbolis penyerahan bantuan modal usaha kepada 10 UMKM yang tersebar di Dusun Kalitengah dan Argomulyo. Usaha yang dikelola cukup beragam, mulai dari jasa laundry, makanan, sembako, hingga peternakan. Penerima manfaat yang didominasi oleh perempuan ini justru semakin meningkatkan urgensi, bahwa program ini tidak hanya menumbuhkembangkan UMKM, melainkan juga memberdayakan para ibu tangguh yang kelak dapat menjadi role model di Kapanewon Cangkringan. Bahkan, mengingat 70% penerima manfaat dari wilayah binaan PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, yakni Kampung Qur’an Merapi yang berlokasi di Dusun Kalitengah Kidul, program ini juga bagian dari pengembangan pada ranah ekonomi.

Selain peresmian, juga diselenggarakan Pelatihan Bussines Plan (Perencanaan Usaha) yang dibina langsung oleh Nuriah Muyassaroh selaku Pelaksana Tugas Pimpinan PPPA Yogyakarta. Pada kesempatan ini, para peserta diperkenalkan dengan teori-teori perencanaan usaha dalam lingkup keilmuan ekonomi bisnis. Tidak hanya teori, peserta juga dibina untuk praktik menganalisis usahanya berdasarkan framework yang tersedia. Alhasil, mereka dapat mengetahui akar permasalahan, yang nanti berkembang pada pemetaan alternatif dan peluang pengembangan.
“Saya baru tau bahwa ternyata dalam menjalankan usaha ada keilmuannya seperti ini. Saya jadi tahu apa kelemahan usaha saya, dan bagaimana agar usaha saya bisa berkembang,” ujar Ibu Jumini, salah satu penerima manfaat yang menjalankan usaha Laundry di Kampung Qur’an Merapi.

Peresmian hari ini merupakan sebuah titik awal perjalanan panjang dalam upaya pemberdayaan ekonomi untuk penerima manfaat di wilayah Cangkringan, Yogyakarta. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, melainkan disanalah komitmen dan kesungguhan sinergitas di uji. Bagaimana agar program ini dapat mewujudkan dampak nyata, menumbuhkan multiplier effect pada berbagai aspek kehidupan penerima manfaat.

Sedekah Sekarang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us
Scroll to Top